Celoteh Ananda

Kamis, 31 Januari 2013

Pengaruh Kebiasaan Membaca Seorang Ibu terhadap Anaknya


Apa yang Anda pikirkan ketika melihat anak seorang penulis? Atau anak seorang ibu yang gemar membaca? Anda mungkin memiliki pertanyaan di dalam hati, apakah anak tersebut terpengaruh dengan kebiasaan ibunya dalam dua hal tersebut? Terutama terhadap minat baca anak tersebut?

(www.detektif-kangean.blogspot.com)
Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan anak. Setidaknya hal itulah yang umum terjadi. Maka apapun yang dilakukan ibu, akan ditiru oleh anaknya. Biasanya itu terjadi ketika anak berada dalam masa balita. Di masa ini, anak adalah peniru sejati terutama terhadap orang-orang terdekatnya. Demikian pula yang terjadi pada kebiasaan ibu dalam hal membaca. Kebiasaan membaca yang dilakukan ibu akan berpengaruh pula terhadap minat baca anak.

Sebenarnya, pengaruh kebiasaan membaca ibu terhadap minat baca anak terjadi sejak anak itu sendiri masih berada dalam kandungan. Pada saat ibu hamil, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa aktivitas membaca pada saat hamil akan membantu mengoptimalkan perkembangan otak janin yang secara otomatis akan membuat anaknya akan lebih cerdas.

Setelah anak itu terlahir dan tumbuh lebih dewasa, kebiasaan ibu membaca dengan sendirinya akan menular kepadanya dan akan mengasah otak anak untuk terus berpikir. Dengan membaca, ibu dan anak akan melakukan aktivitas tanya jawab, berdiskusi bersama mengenai buku-buku yang dibacanya, sehingga hal itu akan semakin menumbuhkan minat baca anak.

Minat baca anak perlu ditumbuhkan sejak dini, karena kebiasaan membaca sangat bermanfaat bagi kehidupannya, karena dapat memengaruhi pola pikir dan sikapnya. Tentu saja bahan bacaan yang dibaca anak juga harus berisi ilmu-ilmu yang bernmanfaat, yang bernilai positif, dan mampu mambangun moral atau akhlak yang baik.

Dengan demikian, ibu mempunyai tugas untuk membaca buku-buku atau bacaan apapun yang bernilai positif. Karena anak akan terbiasa dengan bacaan-bacaan yang dinikmati ibunya. Demikian pula misalnya, ketika ibu membacakan anak suatu cerita, maka cerita itu harus yang mempunyai muatan yang positif. Sehingga minat baca anak yang akan tumbuh adalah minat baca untuk hal-hal yang positif.

Kebiasaan ibu membaca akan mempengaruhi anak untuk ikut membaca, mencari tahu hal-hal yang terasa asing baginya, sehingga minat baca anak selalu ada. Ketika anak sudah bisa membaca sendiri, rasa ingin tahu yang besar akan menuntunnya untuk membaca lebih banyak dan lebih banyak lagi demi memenuhi kebutuhannya akan rasa ingin tahunya.

Kebiasaan ibu membaca akan mampu pula memberikan pengaruh positif pada anak, di antaranya:
  1. Membaca merupakan kebiasaan yang baik yang berguna untuk mendukung keberhasilan akademis, sosial, dan perilaku kesejahteraan. Jadi, dengan menirukan kebiasaan membaca dari ibunya, maka akan menghindarkan anak dari masalah kemampuan membaca dan menulis sejak dini.
  2. Dengan menirukan kebiasaan membaca ibu sejak dini, otomatis anak akan mampu menguasai lebih banyak kosakata dan motoriknya dapat berkembang dengan sempurna, dan kesemua itu tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri sang anak.
  3. Kebiasaan ibu membacakan cerita/mendongeng dapat membuat anak mengenal banyak karakter manusia, hewan, dan lingkungan sekitar, serta melatih daya ingat anak.
  4. Kebiasaan membaca yang didapatkan dari ibunya dapat mengalihkan perhatian anak dari aktivitas yang kurang bermanfaat seperti main game atau menonton televisi. 

Demikianlah pengaruh yang besar yang bisa diciptakan dari kebiasaan membaca seorang ibu terhadap anaknya. Pengaruh akan minat baca anak yang bisa mengantarkannya menjadi pribadi yang baik karena terbiasa dengan bacaan yang baik pula.

6 komentar:

  1. Betul mba... karena anak selalu melihat apa yang dilakukan orang tua nya. Dan kebiasaan orang tua, pasti akan ditiru oleh anak2nya.
    Salam kenal mba....

    BalasHapus
    Balasan
    1. So, kita sebagai orang tua harus pinter-pinter jaga perilaku ya, Mbak Santi :)
      salam kenal kembali mbak.. makasih udah mampir :)

      Hapus
  2. nice share mba Diah. betul banget. btw, ada sedikit contoh yang kurang baik buat anak2. aku kalau baca kadang suaknya sambil tiduran. eh ditiru...aduh...memang kudu hati2 banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehhehe... gitu ya mbak Nunung? Kalau aku sih, kalau aku lagi baca sambil tiduran, Faiq malah teriak-teriak, "bangun, Mi.. bangun, Mii.. ayo baca..." hahaha... alhamdulillah..
      iya sih, kita mesti berusaha memberikan contoh yang terbaik bagi anank-anak kita :)

      Hapus
  3. betul sekali mbak diah,
    beberapa kali bersikap membaca di depan anakku, waktu aku belikan buku bantal atau buku tebal bergambar, dia seolah sedang membaca. meskipun masih belum fasih bicara :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, soalnya mamanya juga suka membaca pastinya :) dan pasti kebiasaan itu juga banyak manfaatnya kelak ya, Mbak?
      makasih mbak udah mampir :)

      Hapus